Kingsley Coman Merasa PSG Menghambat Kariernya - portalgoal.com
PORTALGOAL Soccer News
Sabtu, 19 Oktober 2019
Berita Bola Terbaru dan Terkini
Kingsley Coman Merasa PSG Menghambat Kariernya

Kingsley Coman Merasa PSG Menghambat Kariernya

Portalgoal.com – Pemain berambut kriting Kingsley Coman merasa Paris St-Germain sudah menghambat kariernya. Kini, Kingsley Coman bersyukur keputusannya meninggalkan Les Parisiens membuat kariernya makin lebih baik.

Kingsley Coman adalah didikan akademi PSG yang memainkan debutnya di tim senior pada tahun 2012. Sayangnya, Kingsley Coman tidak mendapat kesempatan unjuk gigi mengingat banyaknya pemain bintang di klub tersebut.

Setelah hanya bermain 4 pertandingan, Kingsley Coman pindah ke Juventus pada musim 2014 dengan status bebas transfer. Di klub tersebut. Coman mulai bisa unjuk performanya meski tidak selalu jadi pilihan utama.

Total dia kumpulkan 22 penampilan selama semusim berseragam hitam-putih, sebelum Bayern Munchen meminjamnya musim panas lalu dengan opsi kontrak permanen sebesar 22 juta euro.

Meski Bayern Munchen punya persaingan yang tak kalah sengitnya dibanding PSG, Kingsley Coman nyatanya mampu memikat hati Pep Guardiola yang memainkannya sebanyak 11 kali dan mencetak 2 gol. Coman bahkan lebih sering bermain sebagai starter.

Penampilan bagus di klub itu lantas membuat pesepakbola 19 tahun itu mendapat panggilan pertama kalinya ke timnas senior Prancis untuk laga persahabatan kontra Jerman dan Inggris pertengahan bulan ini.

Wajar jika Kingsley Coman merasa puas dengan perkembangan kariernya selama setahun ini. Dia pun sama sekali tak menyesali keputusannya untuk meninggalkan PSG.

“Saya meninggalkan Juventus karena ingin bermain di tim yang cocok dengan gaya main saya,” ujar Kingsley Coman.

“Saya tahu saya akan lebih nantinya sering bermain di Bayern Munchen karena tim ini lebih cocok bagi saya dengan kualitas permainan saya,” sambungnya.

“Saya berterima kasih bahwa saya bermain di Juventus, sangat positif untuk saya mengingat saya lebih mendapat waktu main dan benar-benar menjadi seorang pemain profesional, tidak hanya di pusat latihan seperti di PSG.”

“Alasan saya meninggalkan PSG adalah saya masih saja dianggap sebagai pemain muda lulusan akademi dan saya merasa tidak mungkin untuk meraih tempat di tim itu.”

“Saya belajar banyak soal taktik di Juve. Saya bermain di tengah dan saya harus belajar bagaimana bermain tanpa bola. Tak ada hal-hal buruk yang bisa saya katakan soal mereka.”

“Saya tidak menyesali keputusan saya. Saya baru menjalani fase awal dalam karier saya dan kita lihat apakah saya sudah membuat keputusan yang tepat untuk diri saya. Bagi saya, keputusan yang tepat untuk meninggalkan PSG,” tutupnya.