Tiga Alasan Mempertahankan Ibra Akan Jadi Langkah Buruk Bagi Manchester United | Portalgoal.com
PORTALGOAL Soccer News
Jum'at, 21 Juli 2017
Berita Bola Terbaru dan Terkini
zlatan ibra

Tiga Alasan Mempertahankan Ibra Akan Jadi Langkah Buruk Bagi Manchester United

Portalgoal.com – Zlatan Ibrahimovic memang berperan vital untuk Manchester United musim lalu setelah dia menjadi top skorer klub. Sayangnya, cedera harus menghentikan aksi Ibra yang produktif di Manchester United dan dia harus parkir paling tidak sampai Desember.

Meski cedera, rumor yang beredar striker veteran Swedia ini dikabarkan akan mendapat kontrak baru di Manchester United. Tentunya, dari sudut pandang publik mempertahankan Ibra bukanlah pilihan yang tepat.

Ibra harus absen setengah musim dan usianya sudah 35 tahun saat ini – walau Ibra sudah buktikan usia bukan penghalang baginya – mendapat kontrak baru menjadi keputusan yang kontroversial. Berikut ini tiga alasan mengapa United harusnya tidak memperpanjang kontraknya.

kids

kids

Statistik Ibra tak sebaik yang diperkirakan

Bila melihat statistik individual Ibra di United, dia tidak bisa dianggap spektakuler. Dia memang mencetak 28 gol dari 46 pertandingan dan bermain di Community Sheild serta League Cup.

Namun, dari konteks yang lebih luas ada statistik yang membuatnya tidak disukai. Statistik resmi Premier League menunjukkan dia menyianyiakan 18 peluang bagus. Catatan itu lebih banyak lima dari penyerang Bournemouth Benik Afobe dan Sergio Aguero milik Manchester City.

Dalam hal finishing, Ibra ada di urutan keenam. Beberapa catatan statistik mengecewakan lainnya Ibra paling banyak seri (15), paling sedikit menang (17) dan paling sedikit mencetak gol (dari 54 peluang).

Demi pemain-pemain muda

Perubahan sedang terjadi di Old Trafford. Pemain seperti Wayne Rooney dan Zlatan Ibrahimovic tentu memberikan inspirasi untuk pemain-pemain muda. Akan tetapi bila mereka terus-menerus bermain di Manchester United tentu waktu bermain pemain muda semakin berkurang.

Lukaku akan suka dengan keputusannya menolak Chelsea. Usia 24 tahun adalah usia yang paling pas untuk memahami tanggung jawab menjadi tumpuan utama salah satu klub paling hebat di dunia. Dia bekerja sama dengan pemain muda United, Rashfrod yang menawarkan kecepatan dan kekuatan, sesuatu yang tidak bisa ditawarkan Ibra lagi.

Dan lagi, reputasi Paul Pogba sebagai gelandang termahal dunia ternodai dengan buruknya statistik Ibra soal memanfaatkan peluang. Pogba adalah gelandang kreatif, tetapi terkadang Ibra terlalu lambat untuk memahami maksud Pogba.

Akhir yang tidak manis untuk sang Raja

Status ibra sebagai pemain modern hebat sudah ada jauh sebelum dia melangkahkan kaki ke Manchester United. Tetapi, saat ini waktunya mulai berakhir. Situasi saat ini mungkin seperti ‘Ibra tak mau berhenti dan cedera ini mengingatkannya kalau dia sudah mulai tua’. Ini juga sebabnya dia mulai menurun musim lalu, bahkan tanda-tanda ini sudah terlihat ketika dia masih berseragam PSG.

zlatan

zlatan

Cedera Ibra tidak main-main, kerusakan ligamen ganda bukan karena tackle, tetapi karena dia salah dalam mendarat. Yang membuat ini semakin serius, dia absen paling tidak setengah musim. Setengah musim bila dia tetap dipaksakan menjadi pemain paruh waktu, itu sama sekali tidak efektif.

Ibra patut meninggalkan Manchester United, tempat yang pas untuknya adalah MLS, ini akan memberikan akhir sempurna untuknya ketimbang bermain di Inggris dengan risiko cedera yang sangat besar.

 

By Portalgoal.com