Buntut Pistol Masuk Lapangan, Liga Yunani Dihentikan
PORTALGOAL Soccer News
Kamis, 15 November 2018
Berita Bola Terbaru dan Terkini
Buntut Pistol Masuk Lapangan, Liga Yunani Dihentikan

Buntut Pistol Masuk Lapangan, Liga Yunani Dihentikan

Salonika- Liga Yunani kini diberhentikan oleh pemerintahan. Hal ini terjadi ketika insiden Presiden sebuah klub membawa pistol kedalam lapangan. FIFA sebagai induk sepakbola dunia ikut memberi sanksi kepada sepakbola Yunani.

Hal ini dipicu oleh tidak puasnya Ivan Savvidis (Presiden PAOK Salonika) saat gol pemainnya dianulir oleh wasit. PAOK salonika sendiri sedang berhadapan dengan AEK Athens, dimenit-menit akhir PAOK salonika membuat gol dan itu dinilai terjadi pelanggaran offside.

Anulir gol ini membuat Ivan Savvidis geram, Presiden klub lantas memasuki lapangan dan membawa sepucuk pistol yang berada dipinggangnya.

Mengetahui Insiden yang memalukan dan banyak menerima kecaman dari sepakbola dunia, Giorgos Vasiliadis langsung memberhentikan liga. Giorgos Vasiliadis (Deputi Menteri Olahraga) akan membuka pertemuan dengan Alexis Tsipras (Perdana Menteri) untuk membahas masa depan Liga Yunani.

Liga tak akan lagi berjalan kecuali semua klub menyepakati peraturan dan kerangka kerja yang jelas. Jelas peraturan harus mereka sepakati untuk menuju sepakbola yang maju dalam peraturan yang sudah dibuat. Ucap Vasiliadis kepada BBC.

FIFA juga tak tinggal diam dalam insiden yang menimpa Liga Yunani. Induk Sepakbola Dunia sendiri memperingatkan jika Yunani tak bisa memberantas Insiden seperti itu, Yunani sendiri akan diberikan sanksi berat oleh FIFA.

FIFA mengikuti masalah dengan serius. Meskipun insiden berada diarea domestik, akan tetapi klub melakukan tindakan disipliner dalam peraturan Federasi Sepakbola Yunani sendiri. Respon induk sepakbola dunia dalam pernyataan diweb resmi.

FIFA akan merujuk kasus tersebut dengan mempertimbangkan sanksi kepada Yunani. FIFA harus menjamin kompetisi nasional dan sanksi yang sangat berat akan dilakukan pencabutan anggota asosiasi. Hal ini sendiri terjadi karena kegagalan Yunani untuk melakukan kelancarkan kompetisi. Tindakan-tindakan kekerasan harus ditegakan oleh Federasi Sepakbola Negara tersebut. Pernyataan resmi dari FIFA.